post

Ina Rachman – Di Indonesia, distribusi barang bisa dilakukan dengan dua cara yakni secara langsung atau tidak langsung. Dalam distribusi langsung, caranya dengan menggunakan pendistribusian yang khusus melalui sistem penjualan langsung atau direct selling.

ina herawati rachman tersangka Qnet

Mengenai direct selling atau penjualan langsung, Anda dapat belajar dari Ina Rachman, lawyer APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia) sekaligus praktisi dari bisnis tersebut. Nah, Ina sendiri menaruh perhatian yang besar pada jenis bisnis ini. Pasalnya, jenis bisnis direct selling adalah yang paling rentan disusupi oleh money game terselubung.

ina herawati rachman tersangka Qnet

Ina Rachman bersama dengan APLI selalu melakukan upaya untuk menggerus money game melalui sinergi dengan pemerintah dengan menjadi mitra satgas waspada investasi. Bagi Ina, masalah money game sulit untuk diberantas karena masih banyak masyarakat yang salah kaprah membedakan direct selling dengan money game.

ina herawati rachman tersangka Qnet

Agar masyarakat semakin sadar dengan jenis bisnis ini, sebaiknya simak pemaparan di bawah ini:

Sistem Distribusi Langsung

Direct selling merupakan proses pemasaran produk langsung pada konsumen dengan penjualan langsung satu tingkat atau single level marketing maupun penjualan langsung berjenjang atau multi level marketing. Jenis bisnis ini mendistribusikan barang memakai sistem penjualan langsung hanya bisa dipasarkan melalui penjual resmi yang menjadi anggota dari perusahaan langsung dengan hak distribusi eksklusif.

ina herawati rachman tersangka Qnet

Dalam sistem distribusi langsung ini, jenis yang paling banyak berlaku di Indonesia adalah MLM atau multi level marketing. Beberapa nama yang paling terkenal pada bisnis MLM ini meliputi K-Link, Nu Skin, Amway, Oriflame, dan Sophie Martin.

Perkembangan industri penjualan langsung MLM mengalami perkembangan dan pertumbuhan pesat dan menjadi pilar ekonomi yang dapat diperhitungkan. Sistem ini menawarkan peluang usaha untuk masyarakat yang sedang mencari pekerjaan.

ina herawati rachman tersangka Qnet

Dalam MLM, harus terdapat interaksi langsung antara penjual dan pelanggan. Baik dengan cara tatap muka maupun remote. Pada konteks ini, manfaat serta nilai produk bisa dijelaskan oleh distributor. Informasi mengenai produk seperti kualitas, harga, serta manfaat produk harus dijelaskan sesuai dengan informasi dari perusahaan.

Maka dari itu, distributor akan mendapat kompensasi berbentuk bonus, komisi, serta reward yang lain berdasar pada penjualan serta kemampuan untuk merekrut orang lain menjadi distributor di bawah organisasinya.

Selain itu, distributor bisa memilih penghasilan dari dua cara yakni menjual produk langsung pada konsumen serta menerima potongan harga berdasar jumlah produk yang dibeli oleh anggota kelompok bisnis maupun penjualan pribadi.

Perlindungan Terhadap Hak Distributor

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa distributor memiliki hal penjualan eksklusif untuk memasarkan produk dengan sistem penjualan langsung. Untuk melindungi hak distributor, maka pemerintah Indonesia dalam Undang-Undang nomor 22 tahun 2016 tentang Ketentuan Umum Distribusi Barang pada pasal 19 ayat 3 menjelaskan:

Pelaku distribusi tidak langsung dilarang mendistribusikan barang yang dipasarkan oleh sistem penjualan langsung yang memiliki hak distribusi eksklusif. Pelaku usaha distribusi yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 19 akan dikenakan sanksi administratif seperti yang dicantumkan dalam pasal 25 ayat 2 nomor 22 Permendag tahun 2016.

Sanksi yang akan diperoleh meliputi peringatan tertulis, pembekuan izin usaha, serta pencabutan izin usaha.

MLM Beda dengan Money Game

Citra dari perusahaan MLM saat ini mulai dirusak oleh banyaknya money game yang berkedok MLM. Padahal, kedua jenis bisnis ini sangat berbeda. Money game merupakan penipuan yang berlindung di balik bisnis MLM.

Beberapa contoh kasus penipuan yang mengatasnamakan MLM meliputi investasi fiktif yang memiliki aktivitas ilegal karena tidak mempunyai izin badan usaha. Investor biasanya dijanjikan dengan keuntungan 10 persen per bulan tetapi, pada praktiknya, uang dari investor dipinjamkan kembali pada pedagang usaha kecil menengah pada pasar di Jabodetabek. Kredit yang mengalami kemacetan tidak memberi keuntungan seperti yang sudah dijanjikan.

Sejauh ini, jumlah peserta yang sudah dirugikan secara materiil dan moril dengan adanya money game kurang lebih 1.338.675 orang dengan total kerugian mencapai seratus dua puluh enam triliun lima ratus tujuh miliar rupiah.

Untuk itu, Ina selalu mengajak masyarakat untuk lebih cerdas membedakan perusahaan MLM yang murni dengan money game yang berlindung di balik MLM. Bersama APLI, Ina perlahan membina banyak perusahaan supaya menjalankan bisnis MLM yang murni dan benar.

Share Button