post

Ina Rachman – Saat ini, kepedulian lawyer dan orang penting di bidang perdagangan masih sangat minim terhadap network marketing. Namun, seorang lawyer berskala internasional Ina Rachman menaruh perhatian yang lebih pada jenis industri multi level marketing.

ina rachman tersangka qnet

Ina saat ini merupakan lawyer untuk APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia) serta berkecimpung langsung mengelola perusahaan multi level marketing atau direct selling.

Menurut Ina, minimnya pengetahuan mengenai perbedaan multi level marketing dengan money game pada diri masyarakat membuatnya mudah tergiur dengan keuntungan yang besar. Tak hanya masyarakat saja, bahkan oknum POLRI pun masih banyak yang tidak mengerti tentang MLM dan money game.

ina rachman tersangka qnet

Untuk mengatasi hal tersebut, ada baiknya bagi masyarakat untuk lebih mengenal tentang money game sehingga tidak mudah menerima janji manis keuntungan yang sangat besar dengan usaha yang sebentar.

ina rachman tersangka qnet

Cara Membedakan Money Game dan MLM

Jika ada bisnis instan yang bonusnya menggoda dengan usaha yang mudah, jangan mudah percaya. Sebab, bisa saja tawaran bisnis tersebut termasuk dalam money game. Sebagai informasi, money game merupakan kegiatan dalam mengumpulkan dan menggandakan uang yang mana praktik bisnis ini dengan memberi komisi atau bonus dari rekruting anggota.

ina rachman tersangka qnet

Jika MLM yang murni memberikan bonus berdasar pada profit penjualan, maka money game tidak memiliki produk untuk dijual. Atau memiliki produk tetapi hanya sebagai kamuflase saja.

Daya pikat dari money game tergolong menjanjikan dalam waktu yang sangat singkat. Yang mana bisnis ini lebih menjanjikan untung yang besar tetapi menjadikan kelompok untuk melakukan penipuan dengan kedok berupa investasi.

ina rachman tersangka qnet

Saat ini, money game merupakan bisnis yang sulit dibedakan dengan MLM murni. Sebab, bentuk penipuan ini berkedok MLM dengan cara melakukan arisan berantai, pemakaian internet, atau koperasi.

Keberadaan bisnis ini semakin besar karena adanya internet yang mendukungnya. Sehingga, Anda perlu berhati-hati atas tawaran bisnis maupun investasi yang tidak masuk akal.

Untuk membedakan money game dengan MLM, Anda dapat melihat ciri-cirinya di bawah ini:

  1. Terfokus untuk Investasi Dana, Bukan Menjual Barang

Dalam money game, biasanya Anda hanya perlu melakukan investasi sejumlah dana. Iming-iming yang ditawarkan berupa return dengan jumlah yang besar asal Anda bisa merekrut orang baru atau downline.

Meski begitu, bisnis money game juga bisa menjual produk yang tidak bermutu dan cukup sulit untuk dijual. Berbeda dengan MLM murni yang memiliki kualitas tinggi dan telah memiliki izin BPOM dan sertifikat luar negeri laiknya Oriflame, Amway, dan sebagainya.

  1. Kegiatan Intinya adalah merekrut Member

Money game sangat fokus pada perekrutan member saja tanpa adanya produk. Sehingga, semakin banyak downline, maka semakin besar pula keuntungan yang akan didapatkan. Bisnis ini hanya menguntungkan bagi orang yang pertama kali bergabung. Sedangkan yang bergabung belakangan akan mengalami kerugian.

Pada akhirnya, perusahaan akan bangkrut dan pengurus kabur. Berbeda dengan bisnis MLM yang menguntungkan untuk semua member.

  1. Tidak Melalui Pelatihan

Tidak ada pelatihan khusus untuk member perusahaan bisnis money game. Biasanya, Anda hanya akan diberi motivasi untuk menjadi member yang setia. Sedangkan untuk bisnis MLM, akan ada seminar motivasi dan pelatihan agar keahlian memasarkan produk menjadi meningkat.

  1. Tidak Terdaftar Menjadi Member APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia)

APLI merupakan satu-satunya asosiasi penjualan langsung di Indonesia yang telah diakui oleh federasi penjualan langsung internasional. Yang mana perusahaan-perusahaan MLM resmi dan legal terdaftar di dalamnya. Tidak sembarang perusahaan dapat bergabung dengan APLI.

Proses rekruting member APLI cukup ketat dan selalu diperbarui setiap tahun. Perusahaan anggota APLI telah memiliki izin edar produk dari BPOM, SIUPL (Surat Izin Usaha Penjualan Langsung), dan surat yang merupakan legalitas perusahaan.

Anda perlu mengecek terlebih dahulu kredibilitas dari bisnis tersebut dalam website APLI sebelum memutuskan untuk bergabung.

Ina Rachman bersama dengan APLI selalu melakukan upaya untuk memberantas money game. Upaya tersebut meliputi selalu mengawasi perusahaan MLM di bawah naungannya. Pun, melaporkan pada penyidik apabila ada perusahaan yang terindikasi money game.

Ina mengaku sebagai praktisi hukum ingin mengetahui berbagai bidang seperti network marketing. Ina telah belajar mengenai money game selama tiga tahun dan menjalani praktik di bidang ini selama bertahun-tahun, sehingga, kapabilitasnya tidak perlu diragukan lagi.

Share Button